Menyimpan Stok Barang
warehouse

15 Alasan Mengapa Menyimpan Stok Barang

Warehouse sebagai tempat fasilitas menyimpan barang tidak timbul dengan sendirinya. Ada latar belakang dibalik munculnya kebutuhan akan fasilitas warehouse. Kita dapat menelusurinya dari proses pada supply chain.

Salah satu pemikiran utopis di supply chain adalah menciptakan suatu kondisi di mana tidak ada lagi penyimpanan stok barangĀ  atau dikenal dengan istilah Zero Inventory. Meski demikian, dengan adanya utopia ini maka perkembangan supply chain sebagai bagian dari improvement selalu mengarah pada kondisi tersebut.

Salah satu sebab kondisi tersebut tidak tercapai antara lain karena kondisi pasar juga masyarakat yang tidak bisa diprediksi dengan tepat, Oleh sebab itulah diperlukan suatu tempat penyimpanan stok barang di berbagai tahapan supply chain.

Beberapa alasan mengapa kita harus menyimpan stok barang antara lain:

  1. Pola Permintaan Barang yang Tidak Menentu

    Terdapat beberapa produk barang yang berpotensi untuk mengalami pola permintaan barang yang tidak menentu.

    sumber: slideplayer.com

    Seperti misalnya produsen payung yang jumlah permintaannya tergantung pada cuaca. Selain itu pola tak menentu ini juga bisa ditimbulkan oleh peluncuran produk baru ataupun adanya perhelatan besar dunia semisal piala dunia sepakbola.

  2. Biaya Transportasi Lebih Efektif Jika Mengirim dalam Jumlah Banyak

    Para logistician tentu memahami hal ini. Jika kita membandingkan biaya yang dibutuhkan untuk transportasi akan semakin murah jika mengirim dalam jumlah banyak. Tetapi yang perlu dijadikan catatan, pengiriman barang dalam jumlah banyak terkadang bukan karena kebutuhan berdasarkan permintaan pasar tetapi dilakukan untuk mendapatkan biaya transportasi yang lebih murah.

    sumber: logisticsbureau.com

    Implikasinya akan terjadi gap antara kebutuhan dari permintaan yang sesungguhnya dengan barang yang dikirim. Maka dalam hal ini para logistician akan melakukan perhitungan biaya logistik tidak hanya dari biaya transport tetapi juga dari biaya penyimpanan stok barang.
    Jika kombinasi antara biaya transport dan biaya penyimpanan dipandang lebih efisien, maka proses pengiriman barang dalam jumlah yang banyak bisa dilakukan.

  3. Program Diskon Pada Pembelian Barang

    Diskon harga untuk jumlah pembelian barang yang banyak akan selalu menarik bagi pembeli. Maka dengan program ini harapannya adalah akan banyak produk barang yang terjual. Meski demikian ada resiko yang bisa terjadi jika tidak semua barang bisa terjual. Perusahaan harus menjual barang tersebut dengan harga yang lebih murah agar barang tersebut bisa habis terjual.

    sumber: amazonaws.com

    Oleh Sebab itu biaya produksi biasanya akan memasukkan perhitungan dari beberapa biaya berikut, antara lain: Biaya penyimpanan, biaya modal kerja, biaya jika ada diskon, biaya pembuangan / pemusnahan barang.
    Jadi salah satu poinnya adalah jika mampu melakukan pengurangan biaya penyimpanan. Akan tetapi sekali lagi sangat tergantung pada prediksi penjualan. Jika meleset maka beban biaya penyimpanan barang malah menjadi membengkak karena barang tidak kunjung laku.

  4. Fluktuasi Harga

    Beberapa produk dapat mengalami fluktuasi harga secara signifikan. Hal ini juga bisa terjadi pada harga bahan baku.

    source: quoracdn.net

    Oleh sebab itu beberapa perusahaan menyimpan stok ketika mendapatkan harga yang menurut mereka bagus. Tentu hal ini menimbulkan kebutuhan akan fasilitas penyimpanan.

  5. Pertimbangan Jarak Tempat Produksi Dengan Customer

    Jika jarak yang harus ditempuh dari tempat produksi dengan tempat barang tersebut didistribusikan cukup signifikan jauh, maka untuk mencapai efisiensi diperlukan jumlah stok yang lebih banyak di tempat distribusi. Maka dibutuhkan fasilitas untuk menyimpan stok tersebut.

    sumber: transportgeography.org

    Perhitungan kecukupan stok bisa dilakukan dengan berpatokan pada lead time interval pengiriman. Misal jika dilakukan setiap dua bulan sekali, maka bisa jadi kebutuhan luasan warehouse yang dibutuhkan semakin besar akan tetapi efisiensi pada biaya transportasi bisa tercapai. Tetapi sebaliknya jika mengirimkan barang dengan interval yang lebih intens semisal dua minggu sekali, maka biaya warehouse bisa lebih ditekan akan tetapi biaya transportasi menjadi lebih besar.

  6. Production Shutdown

    Ada kalanya perusahaan manufaktur mengalami production shutdown baik dilakukan secara berencana ataupun tidak berencana. Misalnya libur seluruh karyawan, perbaikan mesin atau sedang melakukan stock count.

    sumber:petromaint.net

    Implikasinya adalah para retailer harus bersiap dengan kondisi ini dengan memastikan ketersediaan stok bagi customer mereka. Di sisi lain, produsen juga menyiapkan hal yang sama jika pemasok mereka juga mengalami shutdown.

  7. Perubahan dalam Proses Produksi

    Pada lini produksi seringkali terjadi perubahan atau proses penyesuaian. Misalnya untuk mengakomodasi perubahan model, warna, fitur ataupun desain.

    sumber: dornieden.de

    Jika hal ini terjadi maka proses produksi akan berjalan lebih lama dan implikasinya adalah timbulnya biaya tambahan pada biaya penyimpanan.

  8. Mengelola Produk Musiman

    sumber: publicbroadcasting.net

    Ada beberapa produk yang diproduksi pada masa tertentu, misalnya produk makanan dan minuman yang diproduksi pada masa tertentu dan jangka waktu tertentu.

  9. High Season

    sumber:researchgate.net

    Pada masa tertentu misalnya menjelang hari valentine, hari raya idul fitri ataupun Imlem sering didapati kenaikan permintaan barang-barang tertentu secara signifikan.

  10. Penyimpanan Spare Part

    Untuk memastikan lini produksi tidak terganggu maka diperlukan cadangan stok spare part untuk mesin produksi. Meski hal ini menimbulkan biaya penyimpanan, akan tetapi menjadi sebanding dengan kesiapan jika menghadapi kondisi kerusakan mesin.

    sumber: pinimg.com

    Namun ada proses yang dapat membantu agar biaya penyimpanan spare part lebih efisien, yaitu dengan menerapkan Vendor Managed Inventory (VMI) dimana vendor akan menjamin dan memperhitungkan spare part apa saja yang perlu distok dengan pertimbangan pada historikal mesin tersebut.
    Namun di masa depan masalah penyimpanan spare part ini bisa diselesaikan dengan teknologi 3D printer, sehingga spare part yang dibutuhkan dapat tersedia setiap saat.

  11. Penyimpanan Material Work-In-Progress

    Banyak manufaktur akan memproduksi barang secara parsial untuk mengantisipasi adanya pesanan.

    sumber: ytimg.com

    Misalnya sebuah produk setengah jadi dibuat terlebih dahulu sembari menunggu desain kemasan dari pemesan, sehingga ketika desain kemasan selesai maka produk setengah jadi tersebut tinggal ditambahkan kemasan untuk menjadi produk akhir.

  12. Stok Untuk Investasi

    sumber:timeincuk.net

    Terdapat sejumlah produk yang semakin lama disimpan akan meningkatkan nilainya misalnya cerutu, minuman anggur, barang antik ataupun lukisan.

  13. Penyimpanan Dokumen

    sumber:gcshredding.com

    Baik instansi pemerintahan ataupun perusahaan swasta memiliki kewajiban untuk menyimpan dokumen dalam jangka waktu tertentu.

  14. Maturation Product

    sumber: cravero-cheese

    Ada beberapa produk yang memerlukan penyimpanan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas produk misalnya produk keju ataupun sabun.

  15. Stok Produk Konsinyasi

    Ada keadaan di mana produsen menyimpan stok produk mereka di tempat customer. Customer hanya dikenakan biaya jika mereka memerlukan produk tersebut. Produsen akan mampu menyediakan barang tepat waktu ke customer sekaligus dapat mengurangi biaya penyimpanan.

    Menyimpan Stok Barang
    sumber:selectppe.co

    Sementara customer akan selalu memiliki stok barang sekaligus meningkatkan fleksibilitas pada arus kas.

Artikel ini Juga Menarik:   Enam Kunci Penting untuk Penyusunan KPI Warehouse

Demikian 15 alasan mengapa menyimpan stok barang. Semoga dapat bermanfaat.

Artha Nugraha Jonar
Berpengalaman mengelola warehouse, transportasi dan teknologi informasi di perusahaan penyedia jasa layanan logistik. Saat ini bekerja di sebuah perusahaan logistik di Surabaya.
http://www.arthanugraha.com

Leave a Reply