Fungsi dan Peranan Warehouse
warehouse

Fungsi dan Peranan Warehouse

Fungsi dan Peranan Warehouse

Dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana peran dan fungsi warehouse.

Perubahan Peran dan Fungsi Warehouse Dahulu

Dahulu warehouse dipandang sebagai cost center dan tidak mempunyai nilai tambah. Namun pada saat ini telah timbul perubahan dalam pengoperasian sebuah warehouse. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pergeseran lokasi produksi ke negara-negara dengan biaya yang lebih rendah dan dengan melihat dari pertumbuhan industri e-commerce serta adanya peningkatan permintaan dari customer.

Warehouse saat ini telah dipandang sebagai entitas vital dalam mata rantai supply chain. Saat ini telah banyak perusahaan yang melihat warehouse bukan hanya sebagai titik akhir dari supply chain. Warehouse sudah tidak lagi hanya menjadi cost center. Pergerakan dari supply chain yang tidak hanya linier, akan tetapi berubah menjadi kompleks menyebabkan perubahan persepsi ini. Selain itu juga didorong oleh adanya volatilitas, kapasitas yang semakin terbatas, peraturan yang berlaku, demografi customer, pola pembelian serta persyaratan dari customer dan supplier, sehingga warehouse pada hari ini memiliki diferensiasi yang kompetitif. Perubahan pada cara customer berbelanja sekaligus perilaku dan ekspetasi mereka dalam berbelanja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana retailer terlibat dengan customer mereka. Retailer dituntut untuk menjadi lebih inovatif dalam melakukan pengelolaan supply chain mereka. Oleh sebab itu retailer mau tidak mau akan diminta untuk meningkatkan produktifitas,melakukan peningkatan akurasi, melakukan pengurangan biaya dan persediaan sembari juga tetap melakukan peningkatan pelayanan terhadap customer dalam menghadapi lead time yang diminta.

Peranan warehouse yang menjadi bagian dalam supply chain antara lain: mengantarkan produk yang tepat, dalam jumlah yang benar, ke pelanggan yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam kondisi yang tepat dengan harga yang tepat. Ketujuh hal ini merupakan  layanan yang harus dideliver kepada customernya. Selain itu juga masih bisa ditambahkan hal kedelapan mengenai tanggung jawab terhadap dampak lingkungan. Dari tujuh atau delapan layanan dasar yang harus didapatkan oleh customer, warehouse memainkan peran yang penting dalam hal ini.

Artikel ini Juga Menarik:   Enam Kunci Penting untuk Penyusunan KPI Warehouse

Pengiriman barang yang tepat dalam jumlah yang tepat bergantung pada proses pengambilan dan pengiriman produk di warehouse secara akurat. Pengiriman barang kepada customer yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, mengharuskan setiap barang diberikan label yang benar dengan waktu yang cukup untuk memenuhi batas waktu pengiriman. Warehouse juga harus memastikan produk yang dikirim dalam keadaan bersih dan tidak rusak. Selain itu juga agar dapat memberikan harga yang tepat, maka harus mampu menekan biaya operasional.

Warehouse harus memainkan perannya dalam memastikan bahwa supply chain dioperasikan dengan cara yang ramah lingkungan dengan melalui penggunaan energi alternatif yang terbarukan, melakukan peningkatan efisiensi, melakukan pengelolaan limbah dan mempunyai staff yang berkomitmen. Oleh karena itu warehouse menjadi bagian yang sangat penting untuk dapat mencapai apa yang dinamakan perfect order dimana setiap proses dapat dijalankan secara tepat waktu, tidak mengalami penyusutan jumlah, tidak mengalami kerusakan dan dengan dokumen yang tepat.

Dimasa lalu warehouse terlihat sebagai titik penyimpanan stok barang yang bertindak sebagai penyangga antara pemasok bahan baku dengan produsen  dan juga antara produsen dengan retailer dan/atau customer. Warehouse juga mempunyai peran sebagai penyimpan barang baku. Karena harga tanah dan bangunannya relatif murah. Maka penyimpanan sejumlah besar bahan baku dan persediaan barang sebagai sesuatu yang lazim. Pada masa itu proses produksi berjalan pada jalur yang sangat panjang disebabkan memerlukan biaya yang sangat mahal untuk melakukan perubahan mesin, model, warna, dan lain-lain.

Peran dan Fungsi Saat Ini

Saat ini dengan harga tanah, bangunan, tenaga kerja dan energi yang mahal, maka diperkenalkanlah konsep seperti Just in Time (JIT), Efficient Cunsomer Response (ECR) dan Quick Response (QR). Perusahaan terus mencari cara untuk meminimalkan stok dan mempercepat pengeluaran barang dari proses produksi. Selain itu juga saat ini banyak yang melakukan penyelesaian proses produksi dilakukan di warehouse bukan di lokasi manufaktur. Peralihan dari metode push ke pull supply chain sudah banyak dilakukan pada beberapa saat terakhir ini. Bahkan ada usaha redefinisi supply chain menjadi demand chain karena anggapan bahwa di sisi customer yang lebih banyak memegang kendalinya.

Artikel ini Juga Menarik:   Menentukan Lokasi Warehouse

Pada masa lalu, produsen memproduksi barang dan menyerahkannya ke retailer dan mengharapkan mereka bisa menjual barang sebanyak mungkin. Produsen mengoperasikan sejumlah besar warehouse lokal dan mengirimkan produk langsung ke toko. Situasi ini berubah pada tahun 1980-an. Retailer telah memegang kendali yang signifikan atas rangkaian supply chain mereka dan mulai membangun pusat distribusi sendiri secara nasional dan regional, beberapa peritel menempatkan pusat distribusinya di sekitar pelabuhan dan bandar. Hal ini telah mengubah bahwa warehouse saat ini dimiliki oleh retail dan kebanyakan dilakukan pengelolaannya oleh Third Party Logistics (3PL).

Artha Nugraha Jonar
Berpengalaman mengelola warehouse, transportasi dan teknologi informasi di perusahaan penyedia jasa layanan logistik. Saat ini bekerja di sebuah perusahaan logistik di Surabaya.
http://www.arthanugraha.com

Leave a Reply