Menang Bersaing Perusahaan Penyedia Jasa Logistik Dengan Blue Ocean Strategy
Improvement

Menang Bersaing Perusahaan Penyedia Jasa Logistik Dengan Blue Ocean Strategy

Menang Bersaing Perusahaan Penyedia Jasa Logistik Dengan Blue Ocean Strategy

Selama beberapa tahun terakhir ada satu bidang usaha yang selalu mengalami pertumbuhan positif tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia yaitu bisnis logistik. Saya mengutip salah satu artikel yang disajikan oleh Bisnis Indonesia, dikatakan bahwa menurut Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) pada tahun 2018 pertumbuhan sektor logistik akan mencapai hingga 10%. Tentu saja hal ini dipandang bahwa bergerak dalam bisnis logistik memberikan kesempatan bagi sebuah usaha untuk bertumbuh lagi. Tidaklah heran dari tahun ke tahun jumlah penyedia jasa logistik terus bertambah, tidak hanya dari pemain baru saja bahkan banyak perusahaan membentuk perusahaan penyedia jasa logistik dari divisi usaha yang ada di perusahaan sebelumnya.

Hal ini mengakibatkan tidak pelak lagi terjadi persaingan antar penyedia jasa logistik. Salah satu hal yang semakin dirasakan adalah strategi perang harga demi mendapatkan ceruk pasar sebesar-besarnya.

Pada tahun 2005, Kim dan Mauborgne melihat bahwa persaingan bisnis semacam ini sungguh tidak sehat. Kalau kita mengaca pada kompetisi perusahaan penyedia jasa logistik di Indonesia, maka kita bisa melihat tidak sedikit perusahaan penyedia jasa logistik yang bertumbangan. Kim dan Mauborgne(2005) menyebutnya sebagai pertarungan berdarah-darah di samudera merah.

Ciri strategi yang dilakukan pada pertarungan di samudera merah antara lain:
* Bersaing dalam ruang pasar yang sudah ada
* Berusaha memenangi kompetisi
* Mengeksploitasi permintaan yang ada
* Memilih antara nilai-biaya (value-cost trade off)
* Memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dengan pilihan strategis antara diferensiasi atau biaya rendah

Menurut Kim dan Mauborgne, strategi bertarung di samudera merah ini sudah tidak relevan lagi, karena pasti akan membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Maka strategi yang harus dilakukan adalah berpindah untuk mengarungi samudera biru (Blue Ocean).

Artikel ini Juga Menarik:   Enam Kunci Penting untuk Penyusunan KPI Warehouse

Beberapa ciri strategi samudera biru (Blue Ocean Strategy) antara lain:
* Menciptakan ruang pasar yang belum ada
* Menjadikan kompetisi tidak relevan
* Menciptakan dan menangkap permintaan baru
* Mendobrak pertukaran nilai-biaya
* Memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dalam mengejar diferensiasi dan biaya rendah

Blue ocean strategy akan menjadikan sebuah kompetisi menjadi tidak relevan lagi serta berfokus pada pertumbuhan permintaan.

Blue Ocean strategy mendasarkan pada adanya inovasi nilai, dimana inovasi nilai akan terjadi jika perusahaan memadukan inovasi dengan utilitas (manfaat), harga dan posisi biaya

Inovasi Nilai1

 

Perangkat Analisis Blue Ocean Strategy
Blue Ocean Strategy mempunyai tiga perangkat analisis untuk melakukan formulasi dalam menentukan strategi apa yang akan diterapkan. Tiga perangkat tersebut antara lain:

1. Canvas Strategy
Canvas Strategy mempunyai fungsi sebagai berikut:
– Merangkum situasi terkini dalam ruang pasar yang sudah dikenal
– Merangkum tingkat penawaran yang didapatkan pembeli di semua faktor kompetisi
Pada canvas strategy mempunyai komponen dasar yaitu kurva nilai, sebuah penggambaran grafis mengenai kinerja relativ perusahaan berkenaan dengan faktor-faktor kompetisi dalam industri.

Canvas Strategy2

 

2. Four Actions Framework
Di dalam four actions framework ini, kita akan merumuskan sebuah nilai baru dengan mengacu kepada beberapa faktor berikut ini:
– Faktor apa saja yang harus “dihapuskan” dari faktor-faktor yang telah diterima begitu saja oleh industri
– Faktor apa saja yang harus “dikurangi” hingga di bawah standar industri?
– Faktor apa saja yang harus “ditingkatkan” hingga di atas standar industri?
– Faktor apa saja yang belum pernah ditawarkan industri sehingga harus “diciptakan”?

Four Action Framework3

 

3. ERRC Grid
ERRC Grid merupakan pelengkap dari four action framework. ERRC Grid berfungsi untuk:
– Mendorong perusahaan untuk mengejar diferensiasi dan biaya murah secara bersamaan
– Menghantam perusahaan yang hanya berfokus pada struktur biaya serta perusahaan yang lebih sering memodifikasi produk dan jasa mereka secara berlebihan
– Mudah dipahami oleh manajer pada level apapun, sehingga menciptakan tingkat keterlibatan yang tinggi dalam penerapannya
– Mendorong perusahaan untuk bersemangat dalam menganalisa setiap faktor industri yang menjadi ajang kompetisi

Artikel ini Juga Menarik:   Enam Kunci Penting untuk Penyusunan KPI Warehouse

ERRC Grid4

 

Sebagai penanda bahwa anda telah menjalankan Blue Ocean Strategy, maka Blue Ocean Strategy dapat dicirikan sebagai berikut:
* Fokus
Perusahaan tidak menyebarkan usahanya ke semua faktor utama dalam kompetisi
* Divergensi
Gerak menjauh dari kompetitor. Hasil dari melihat alternatif dan bukan dari membandingkan diri dengan kompetitor
* Motto utama yang bagus
Motto tidak hanya mampu menyampaikan pesan secara jelas dan menarik perhatian tapi juga mengiklankan penawaran produk secara jujur.

Prinsip Blue Ocean Strategy
Blue Ocean Strategy mempunyai enam prinsip dalam implementasinya yang terbagi dengan empat prinsip perumusan dan dua prinsip eksekusi. Masing-masing prinsip mempunyai faktor resiko yang ditangani.

Enam Prinsip Blue Ocean Strategy

 

Blue Ocean Index
Blue Ocean index adalah parameter yang dibuat untuk mengukur seberapa tinggi nilai penerapan blue ocean strategy dari hasil perumusan yang telah dilakukan. Indeks yang dihasilkan bukan berupa angka, tetapi nilai + atau
Jika berdasarkan Blue Ocean Index dinyatakan lulus, maka perusahaan dinyatakan siap melangkah dari perumusan blue ocean strategy menuju eksekusinya.

Ada tiga langkah untuk mempersiapkan penerapan Blue Ocean strategy di perusahaan penyedia jasa logistik
Langkah 1, Melakukan analisa eksternal dan internal perusahaan. Analisa yang digunakan bisa menggunakan analisa makro, analisis industri, analisa seven functional ataupun key success factors (KSF)
Langkah 2, Membuat formulasi blue ocean strategy dengan mempersiapkan canvas strategy dan four action framework yang didukung dengan ERRC Grid.
Langkah 3, Membuat parameter Blue Ocean Index untuk dijadikan acuan apakah dari hasil formulasi tersebut siap dilakukan eksekusi atau tidak.

salah satu studi kasus blue ocean strategi yang diterapkan di perusahaan penyedia jasa logistik dapat anda baca dari jurnal yang ditulis oleh Changsu Kim dan kawan-kawan di link berikut ini: https://digitalcommons.unl.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1002&context=managementfacpub

  1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/d/d3/Inovasi.png
  2. https://d19tpjivt1sior.cloudfront.net/about/overview/bos-tools/default/strategy-canvas.jpg
  3. https://image.slidesharecdn.com/blueoceaninnovationbli-100414150902-phpapp02/95/blue-ocean-innovation-and-strategy-35-728.jpg?cb=1275056801
  4. http://itsadeliverything.com/wordpress/images/ERRC-Grid.jpg
Artha Nugraha Jonar
Berpengalaman mengelola warehouse, transportasi dan teknologi informasi di perusahaan penyedia jasa layanan logistik. Saat ini bekerja di sebuah perusahaan logistik di Surabaya.
http://www.arthanugraha.com

Leave a Reply